DUMAI - Dalam upaya memberantas penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Dumai, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Dumai melalui Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) melakukan pengasapan atau fogging di lingkungan warga, Kamis (19/1/2023).
Kegiatan fogging di wilayah RT 16 Kelurahan Jaya Mukti itu merupakan arahan Kepala Dinkes Dumai, dr. Syaiful, MKM, yang ditindaklanjuti oleh Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Suriani, SKM, M.Si.
Suriani mengatakan, pengasapan atau fogging ini dilaksanakan karena diawal Tahun 2023, di minggu ke 3 bulan Januari sudah terjadi 5 kasus DBD di Kota Dumai, tepatnya di wilayah Jaya Mukti.
"Alhamdulillah, kami baru saja melakukan fogging di RT 16. Sebelum pelaksanaan fogging, kami dari Dinkes juga melakukan edukasi ke masyarakat," ungkapnya.
Saat mengedukasi, dirinya mengajak kepada warga untuk lebih proaktif untuk menjaga kebersihan lingkungan masing-masing dan kebersihan diri.
"Saya laporkan, dari 20 rumah yang kami kunjungi, ditemukan 11 rumah positif jentik yang berpotensi terjadinya penularan DBD di lingkungan tersebut. Oleh karena itu dihimbau kepada masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan. Jangan sampai ada peningkatan kasus karena demam berdarah ini," imbuhnya.
Suriani meminta warga sekitar untuk menerapkan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus, yakni Menguras, Menutup, dan Memanfaatkan.
"Menguras artinya membersihkan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain," tuturnya.
Kemudian masyarakat menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya, serta memanfaatkan kembali, atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD.
"Dalam 3M Plus juga sebagai langkah pencegahan dapat dilakukan dengan menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan," ujarnya.
Warga bisa juga menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, dan mengenakan kelambu saat tidur.
"Serta memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk dan menanam tanaman pengusir nyamuk, lalu mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah," ujarnya lagi.
Selain itu, masyarakat disarankan menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.
Sekadar informasi, tahun 2022 lalu terdapat 168 kasus DBD di Kota Dumai dengan kasus DBD tertinggi berada di Kelurahan Jaya Mukti.
"Insya Allah, kami akan terus berupaya semaksimal mungkin dalam melakukan pemberantasan dan penyebaran DBD, sesuai dengan tata laksana kasus DBD," pungkasnya.