DISKOMINFOTIKSAN DUMAI - Pemerintah Kota (Pemko) Dumai melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan petani.
Pada Selasa (30/6/2026), DKPP menggelar kegiatan Sosialisasi Peremajaan Kelapa Sawit Pekebun (PSR) tingkat Kota Dumai Tahun 2026 yang dilangsungkan di Ruang Rapat Wan Dahlan Ibrahim.
Kegiatan strategis ini diikuti oleh 22 peserta yang terdiri dari utusan kelompok tani target PSR tahun 2026, para Lurah, serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
Adapun wilayah yang menjadi lokus target PSR Kota Dumai tahun ini difokuskan pada tiga kelurahan, yakni Kelurahan Gurun Panjang, Kampung Baru, dan Basilam Baru.
Guna memberikan pemahaman yang komprehensif, sosialisasi ini diperkuat dengan paparan materi dari narasumber kompeten. Hadir secara virtual melalui platform Zoom Meeting, Ikhsan dari Dinas Perkebunan Provinsi Riau yang memaparkan memaparkan panduan teknis dan kebijakan terkait kepada para peserta, serta paparan secara luring oleh Fauzan Kersa Sejati dari Kantor Pertanahan Kota Dumai.
Kepala DKPP Kota Dumai, Elywarti, dalam sambutannya menekankan bahwa Program PSR merupakan salah satu bentuk intervensi dan kegiatan nyata yang diberikan pemerintah khusus untuk mendongkrak produktivitas pekebun rakyat.
"Dasar dari pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada Permentan Nomor 05 Tahun 2025 tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia, Penelitian dan Pengembangan, Peremajaan serta Sarana dan Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit. Selain itu, kegiatan ini juga dilandasi oleh Kepdirjenbun Nomor 50/Kpts/KB.330/E/05/2025 tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan Peremajaan Kelapa Sawit Pekebun dalam Kerangka Pendanaan Badan Pengelola Dana Perkebunan," urai Elywarti.
Sebagai bentuk transparansi dan evaluasi keberhasilan program, Elywarti turut memaparkan rincian Kelompok Tani di Kota Dumai yang telah mendapatkan bantuan PSR maupun yang masih dalam tahap pemberkasan selama kurun waktu 2021 hingga 2026.
Pada Tahun Tanam (TT) 2021, program peremajaan ini telah sukses direalisasikan untuk Kelompok Tani Teras Lestari di Kelurahan Basilam Baru dengan luas lahan mencapai 62,6497 hektar.
Memasuki TT 2022, jangkauan program semakin diperluas dengan menyasar empat kelompok tani sekaligus. Keempatnya meliputi Kelompok Tani Sinar Unggul Tani di Kampung Baru seluas 47,6455 hektar, Sidomulyo di Lubuk Gaung seluas 46,9608 hektar, Tani Bersatu di Gurun Panjang seluas 30,6575 hektar, serta Kelompok Tani Sidodadi di Kampung Baru dengan luasan 37,6229 hektar.
Keberlanjutan program ini terus dijaga, terbukti pada TT 2024, Kelompok Tani Sidodadi di Kampung Baru kembali mendapatkan alokasi peremajaan seluas 49,3717 hektar. Sementara itu, untuk TT 2026, program PSR diarahkan kepada Kelompok Tani Teras Lestari di Basilam Baru yang mencakup lahan seluas 67,5359 hektar.
Di samping capaian tersebut, Elywarti menambahkan bahwa saat ini Pemko Dumai juga tengah mengawal proses pemberkasan untuk Kelompok Tani Tani Bersatu di Kelurahan Gurun Panjang dengan target luasan mencapai 42 hektar.
Melihat besarnya peluang dan bantuan yang disediakan oleh pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), DKPP Dumai terus mendorong kelembagaan pekebun untuk tidak ragu mengikuti program peremajaan ini.
"Target Kota Dumai pada tahun 2026 ini adalah 100 hektar. Melalui sosialisasi ini, kita harapkan dapat mempercepat tercapainya target tersebut. Sasaran utama kegiatan ini adalah kebun milik kelompok tani yang umur tanaman sawitnya sudah lebih dari 25 tahun, produktivitasnya kurang dari 10 ton/ha/tahun, atau tanaman yang berasal dari bibit tidak bersertifikat dengan umur minimal 2 tahun," tegas Kepala DKPP.
Menutup arahannya, Elywarti menitipkan pesan kepada seluruh peserta agar memanfaatkan momentum sosialisasi ini sebaik-baiknya.
"Kegiatan ini memiliki peran krusial untuk memberikan pemahaman yang utuh mengenai mekanisme, persyaratan, serta manfaat program PSR. Saya berharap peserta sungguh-sungguh dan aktif berdiskusi. Kami dari Dinas terkait berkomitmen penuh untuk terus mendampingi dan memfasilitasi petani dari tahap perencanaan hingga realisasi di lapangan. Namun, keberhasilan ini tentu sangat bergantung pada partisipasi aktif dan kerja sama dari semua pihak," tutup Elywarti.
Turut hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang Perkebunan DKPP Kota Dumai Fahmi Abdullah Abidin, jajaran staf Bidang Perkebunan, para Lurah yang wilayahnya memiliki kelompok tani binaan, serta jajaran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-wilayah kerja kelurahan target.
(Mediacenter Dumai/RRA)