DUMAI - Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Lingkungan Hidup terus berupaya untuk mencegah abrasi dengan melakukan rehabilitasi dan reboisasi dengan cara menanam mangrove dikawasan pesisir pantai Kota Dumai.
Meningkatnya permukaan air laut yang terjadi di seluruh dunia juga merupakan menjadi salah satu faktor terjadinya abrasi sehingga mengakibatkan pengikisan bibir pantai yang ada di Kota Dumai saat ini.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup melalui Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Kota Dumai Anton Budi Darma menyampaikan bahwa walaupun untuk saat ini mangrove yang ada di bibir pantai Kota Dumai jumlahnya sudah berkurang akan tetapi Dinas Lingkungan Hidup bekerjasama dengan pihak perusahaan yang berada di garis pantai untuk terus melakukan pemantauan serta penanaman secara berkala untuk kawasan di pesisir pantai Kota Dumai.
"Pasang surut air laut saat ini masih sangat besar, sehingga terjadi pengikisan di bibir pantai, untuk tingkat abrasi sendiri masih tinggi, walaupun itu sudah di buat turap dan sudah di mangrove, tapi tidak sesuai dengan panjangnya pantai kita yaitu 140 km lebih tersebut, tapi kami akan terus berupaya untuk mencegahnya dengan melakukan penanaman mangrove secara berkala," ungkapnya didampingi Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Senin, (17/01).
Lebih lanjut beliau juga menjelaskan pihaknya terus melakukan pendampingan kepada perusahaan-perusahaan yang ada untuk melakukan survey serta menunjukan tempat yang terbaik apabila perusahaan tersebut ingin menanam mangrove.
"Biasanya perusahaan-perusahaan tersebut menanam sebanyak 5000 atau 10.000 bibit mangrove di sepanjang kawasan pantai, untuk kepedulian menjaga lingkungan ini juga sudah termasuk dalam komitmen perusahaan-perusahaan yang ada untuk berpartisipasi dalam menjaga lingkungan pantai, karena selain memberikan bantuan CSR pihak perusahaan ini juga harus turut berpartisipasi dalam menjaga lingkungan sekitarnya," jelasnya.
Beliau juga berpesan kepada seluruh masyarakat Kota Dumai untuk turut berpartisipasi secara aktif dalam menjaga lingkungan terutama untuk melakukan penanaman mangrove.
"Banyak titik-titik yang bisa kita tanami mangrove, bisa itu di Pelintung ataupun di Mundam karena disana masih ada tempat kosong untuk dilakukan penanaman bibit mangrove, karena apabila dari 10.000 bibit yang ditanam paling hanya presentasi yang hidup cuma 30 persen, kami juga berharap semua pihak untuk ikut berpartisipasi dalam penanaman mangrove ini, kami dari Dinas Lingkungan Hidup juga akan siap untuk membantu memfasilitasinya," tutupnya.