Senin, 06 Juli 2026

DISKOMINFOTIKSAN DUMAI - Pemerintah Kota Dumai menyambut baik dan siap mendukung penuh penetapan Pelabuhan Penumpang Dumai sebagai Kawasan Non Tunai. 

Langkah strategis yang diinisiasi oleh Bank Indonesia ini dinilai menjadi lompatan besar dalam modernisasi layanan publik di Kota Dumai, sekaligus memperkuat posisinya sebagai gerbang digital internasional di Provinsi Riau.

Acara Launching Pelabuhan Penumpang Dumai sebagai Kawasan Non Tunai ini diresmikan langsung pada Kamis (2/7/2026), dihadiri oleh Wali Kota Dumai, H. Paisal. 

Hadir juga dalam momen ini, Asisten II Setdaprov Riau, Helmi (mewakili Plt Gubernur Riau SF Hariyanto), perwakilan Bank Indonesia, Pelindo Regional I Dumai, serta para pemangku kepentingan terkait.

Dalam sambutannya, Wali Kota Dumai, H. Paisal, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bank Indonesia dan seluruh pihak yang terlibat. 

Menurutnya, inovasi ini sejalan dengan visi Pemko Dumai untuk mentransformasikan Dumai menjadi Smart City yang efisien dan transparan.

"Kami atas nama Pemerintah Kota Dumai sangat bersyukur dan mengapresiasi kolaborasi luar biasa ini. Pelabuhan Dumai adalah wajah depan kota kita, bahkan wajah Indonesia bagi pelancong dari negeri jiran. Dengan diterapkannya sistem non tunai dan QRIS Antarnegara, kita tidak hanya mempermudah pelayanan, tetapi juga menutup celah pungli, meningkatkan akuntabilitas, dan menaikkan kelas pelayanan publik kita ke level internasional," ujar H. Paisal.

Wako H. Paisal juga menambahkan bahwa digitalisasi ini akan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat Tempatan.

"Potensi wisatawan kita sangat besar, di mana kuartal pertama tahun ini saja ada lebih dari 15 ribu wisman yang masuk lewat pelabuhan ini, dan mayoritas dari Malaysia. Dengan adanya QRIS Antarnegara, turis asing bisa langsung bertransaksi dengan mudah. Kami berharap seluruh penyedia jasa di pelabuhan segera beradaptasi. Ini peluang emas untuk menggerakkan ekonomi Dumai," tambah Wali Kota.

Apresiasi senada juga datang dari Pemerintah Provinsi Riau. Asisten II Setdaprov Riau, Helmi, menyampaikan bahwa Kota Dumai memiliki kontribusi besar dengan menyumbang sekitar 8,6 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Riau.

"Pertumbuhan ekonomi yang kuat harus diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan publik yang modern, efisien, transparan, dan akuntabel. Karena itu, kami mengapresiasi Bank Indonesia dan Pemko Dumai yang terus mendorong perluasan digitalisasi ini," kata Helmi.

Melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Pemko Dumai berkomitmen untuk terus memperluas kanal pembayaran non tunai, tidak hanya di area pelabuhan, namun juga akan disasarkan ke pasar rakyat, pusat kuliner, sentra UMKM, hingga sektor retribusi daerah guna mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Penerapan sistem non tunai di Pelabuhan Penumpang Dumai ini meliputi keseluruhan ekosistem pelabuhan, mulai dari pembayaran pas masuk kendaraan, tiket terminal penumpang, hingga pembelian tiket kapal feri internasional rute Dumai-Melaka, Dumai-Port Dickson, dan Dumai-Muar menggunakan QRIS Cross-Border (Antarnegara).

Dengan peluncuran ini, Kota Dumai membuktikan kesiapannya menjadi motor penggerak ekosistem pembayaran digital lintas negara yang modern, inklusif, dan berdaya saing di gerbang utara Indonesia.

(Mediacenter Dumai/RRA)

Info Lainnya

Pengukuhan IKJS Kota Dumai Periode 2026-2029

Ucapan Wali Kota Dumai Musabaqah Tilawatil Quran ke-44 tahun 2026

Berita & Info Lainnya

Link