DUMAI - Berangkat dari keinginan mengangkat kembali tradisi budaya lokal, Masyarakat Kelurahan Teluk Makmur dan Mundam bersama Pemerintah Kota Dumai menggelar Belo Kampong atau Beratib Kampung.
Wali Kota Dumai, H. Paisal, SKM, MARS membuka secara resmi kegiatan tradisi masyarakat tempatan yang sempat luput selama kurang lebih 31 tahun, bersempenaan dengan peringatan Tahun Baru Islam 1444 Hijriah, Jumat (29/7/2022).
Orang nomor satu dumai ini, menyambut baik apa yang di lakukan oleh warga Teluk Makmur dan Mundam berkolaborasi dengan Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Dumai.
Pasalnya, kegiatan tradisi Beratib Kampong merupakan kegiatan yang harus dilestarikan sebagai bentuk apresiasi kepada para pendahulu, pendiri kampung dan para tokoh masyarakat sekaligus pelestarian budaya di Kota Dumai.
Kegiatan Belo Kampung juga bertujuan untuk mengingatkan kepada generasi muda dan remaja setempat khususnya, serta masyarakat Dumai umumnya, untuk dapat menjaga dan tetap melestarikan tradisi melayu ini, agar tidak hilang oleh perkembangan teknologi saat ini.
"Yang kita lakukan sesuai ungkapan pepatah bijak, Mengangkat Batang Terendam. Sudah menjadi kewajiban kita untuk mengangkat, melestarikan tradisi dan kebudayaan ini, khususnya untuk generasi muda yang kelak mewarisi helat ini di masa mendatang,” ungkapnya.
H. Paisal berharap, tradisi ini terus dilaksanakan tiap tahunnya. Karena selain dapat menjauhkan bala dan musibah di Kota Dumai, Beratib Kampong ini bisa menjadi salah satu ikon wisata Dumai.
“Saya optimis jika dikemas dengan lebih baik, Beratib Kampong ini dapat menjadi daya tarik pariwisata tersendiri bagi Kelurahan Mundam dan Teluk Makmur," tuturnya.
Tidak hanya itu, Wali Kota Dumai berpesan kepada Disdikbud Dumai melalui Kabid Kebudayaan, Norzam, S.Sos, agar dalam waktu dekat segera mempersiapkan narasi tentang kegiatan Beratib Kampong ini dengan sebaik mungkin.
"Dalam penyusunan narasi mohon untuk saling berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Dumai agar kita tidak salah dalam menyiapkan narasi yang apik, untuk nantinya akan diterbitkan Perwako agar kegiatan ini menjadi ikon wisata religi di tahun depan," imbuhnya.
Sebelumnya, Ketua DPH Lembaga Adat Melayu (LAM) Kawasan Medang Kampai, Datuk Usman M dalam sambutannya mengungkapkan, tradisi Beratib Kampong ini dulunya kerap dilakukan setiap tahun oleh masyarakat Kelurahan Teluk Makmur dan Kelurahan Mundam dengan cara meratib atau berzikir sepanjang jalan secara bersama - sama.
"Tujuan pelaksanaan tradisi ini untuk mengusir segala musibah dan bala yang datang mengganggu penduduk, baik berupa penyakit maupun gangguan makhluk halus," sebutnya.
Lanjutnya, pada pelaksanaan tradisi Beratib Kampong melibatkan tokoh agama setempat seperti imam mesjid kemudian kepala desa beserta perangkat desa dan tokoh adat dan disertai dengan seluruh masyarakat yang laki – laki kecuali anak – anak.
Beratib Kampong ini dilaksanakan secara bersama – sama oleh penduduk dengan cara berarak sepanjang jalan sambil mengumandangkan ucapan “La Illa ha Illallah” dengan suara yang keras dan ucapan tersebut dikenal oleh masyarakat dengan istilah Beratib.
"Dalam pelaksanaan ini apabila rombongan yang berarak berjumpa dengan jembatan dan parit, rombongan yang beratib tersebut berhenti sejenak sambil mengumandangkan azan dan membacado’a selamat dan do’a tolak bala yang dipandu oleh seorang imam," katanya.
Ia berharap tradisi ini kedepan dapat terus didukung oleh Pemerintah Kota Dumai.
"Karena selain berdampak positif guna meningkatkan hubungan silaturrahmi sesama masyarakat dan menjaga khazanah budaya melayu, juga bisa menjadi salah satu ikon wisata religi di Kota Dumai," pungkasnya.
Turut hadir Kasatpol PP Kota Dumai, Camat Medang Kampai, Kabid Kebudayaan Disdikbud Dumai, Lurah Medang Kampai, Lurah Mundam, Ketua LPMK Teluk Makmur dan Mundam, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, serta Tokoh Pemuda tempatan.